Jumat, 07 Desember 2012

Jangan Salahkan Perbedaan

oleh : D L P
Cinta...
Perasaan yang tak jelas artinya
Tak memandang berapa besar harta yang dia miliki
Tak memandang berapa banyak materi yang dia kuasai
Hanya ketulusan, keikhlasan di dalamnya
Yang mengalir apa adanya
Menuntun kita untuk belajar
Menghargai, menghormati, menyayangi, dan mengasihi
Salahkah?
Salahkah jika kita saling mencintai?
Salahkah jika kita saling menyayangi?
Aku tidak menyalahkan siapapun
Aku hanya sedikit berfikir mengapa kita berbeda
Hanya terikat oleh suatu keyakinan yang tak sama
Kita sama sama berdoa, meski dengan cara yang berbeda
Dia melipat melipat tangan, aku menengadahkan tangan
Aku pergi ke masjid sementara dia pergi ke gereja
Tujuan kita sama bukan? Sama sama untuk berdoa
Perbedaan...
Itu menyulitkanku ketika dua perasaan telah menjadi satu
Harus ku putuskan bagaimanapun caranya
Ku akhiri rasa indah ini
Ku akhiri cerita bahagia ini
Ku putuskan memisah dari dua perasaan yang bersatu

Aku Tahu Ini Menyakitkan...
Berjuta alasan, berjuta cara ku lakukan
Jujur aku tak sanggup
Ini memang resiko, yang tak tahu betapa sakitnya
Tapi setidaknya aku belajar dari perbedaan
Bukan berarti jika kita berbeda lantas tak bisa saling menyayangi
Kita sama-sama makhluk Tuhan yang membutuhkan rasa itu
Dan Ini Akhir Dari Semuanya...
kita berbeda, kita tak sama
Tak terikat oleh suatu perasaan
Namun masih tetap saling mencintai, menyayangi, menghormati dan mengasihi

Senin, 26 November 2012

Bukan Sebuah Penyesalan


K
ini aku sudah resmi anak SMA, berseragam putih abu-abu. Entah senang atau sedih yang aku rasakan didalam hati. Sejak SD aku berkeinginan untuk melanjutkan sekolah ke kota dimana eyangku tinggal. Ya, di Semarang. Kota dimana ayah dan ibuku pertama kali bertemu. Tapi keinginan itu ternyata hanya mimpi, aku tidak diperbolehkan oleh orang tua untuk melanjutkan kesana. Akhirnya masuklah aku ke SMA 1 Banjarnegara ini. Sedikit berat untuk menerima, tapi apa boleh buat? Ini masa depanku, aku harus tetap bersekolah untuk kedepan nantinya. Awalnya, aku sedikit berat hati disini. Aku mencari kesibukan untuk merasakan kenyamanan di sekolah ini. Tidak lama setelah aku masuk, ada sebuah seleksi kepengurusan. Aku mencobanya untuk ikut serta. Aku mengikuti seleksi, dan ternyata aku diterima. Untuk mensyukuri penerimaan pengurus baru, aku  mengikuti sebuah acara yang bernama OST (Open Saur Together). Iya, itu sebutan buka bersama di sekolah ini. Acara itu berlangsung dua hari satu malam, acara berlangsung di rumah salah satu pengurus kakak kelas kami. Aku fikir acara ini hanya diikuti oleh pengurus lama dan pengurus baru saja, ternyata alumnus-alumnus yang dulu merupakan pengurus juga hadir disini. Aku senang bisa bertemu dengan kakak-kakak kelas yang sudah lulus terlebih dulu. Aku merasakan mempunyai keluarga baru yang tidak perah aku fikirkan. Aku merasa ada diantara pelukan beribu orang, begitu hangat dan menyenangkan. Disana pula aku bertemu dengan sesosok orang yang awalnya aku tidak memperhatikan siapa dia, aku juga hanya menganggap dia sebagai kakakku sama seperti yang lainnya. Ternyata, sekarang dia tidak hanya sekedar kakak untukku. Itu adalah kesan pertama aku mempunyai sebuah hubungan yang lebih dari sekedar teman. Sebelumnya memang aku belum pernah mengalami itu, karena teman-teman dan semua orang disekelilingku termasuk aku menganggap aku masih seperti seorang anak kecil yang beranjak remaja dan hanya memiliki tugas belajar untuk membahagiakan dan membanggakan kedua orang tuaku. Tapi, kini aku sudah SMA aku sudah hampir menginjak umur untuk mendapatkan sebuah kartu tanda penduduk, itu tandanya aku sudah remaja dan aku bukan anak kecil lagi,jadi aku menganggap aku boleh berada di hubungan ini. Berlanjut ke kepengurusan, ternyata di kepengurusan ini aku dipercaya untuk berada di komisi bidang keberbahasaan. Dalam hati, aku bingung mengapa aku bisa berada disitu,nilai bahasa yang selama ini aku peroleh menurutku tidak bisa dijadikan sebagai alasan karena itu tidak memenuhi. Dari beberapa hasil tes seperti ter psikologi, tes sidik jari dan tes kemampuan otak, dijelaskan bahwa bahasa adalah kemampuan terendah yang aku miliki. Tapi, aku memiliki sedikit pengalaman di bidang bahasa, mungkin itu yang menjadikan kakak-kakak mempercayaiku untuk berada di komisi bidang keberbahasaan. Belum sampai mengalami pelantikan, sudah ada sebuah masalah yang harus kami hadapi. 21 September 2012 kami dikumpulkan oleh kakak-kakak pengurus lama disebuah ruangan. Ruangan itu lah yang menjadi saksi buta jeritan kami semua. Ternyata, sekolah mengatakan jika di dalam sebuah Peraturan Pemerintah tentang kepengurusan perwakilan kelas, setiap kelas harus ada 2 orang yang menjadi pengurus, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Kepengurusan yang sudah disusun saat OST berubah semua. Karena kelasku ada 3 orang yang dulu terpilih dalam kepengurusan ini, aku yang dipilih juga untuk meninggalkan kepengurusan. Sedih, kecewa, sakit memang ada. Tapi iya itu yang harus aku hadapi dalam hidup, hidup ini masih panjang. Aku tidak boleh jatuh hanya karena seperti ini. Tidak hanya aku yang merasakan seperti ini, aku bersama 5 teman dan 7 kakak kelasku lainnya harus terlepas dari kepengurusan. Belum merasakan kerja bersama sebuah organisasi di sekolah untuk lebih memajukan sekolah, aku harus terlepas dari kepengurusan itu. Jangan terlalu disesali, toh aku masih dianggap sebagai keluarga mereka. Karena kepengurusan ini tidak hanya sebuah kepengurusan, tapi juga sebagai keluarga baru bagiku. Tidak lama setelah pengumuman itu, mereka yang masih masuk dalam kepengurusan sudah saatnya dilantik untuk benar-benar resmi dalam kepengurusan. Rasanya tidak ringan hati untuk melihat mereka mengucapkan janji-janji pengurus dihadapan banyak orang. Ingin menjerit rasanya, tapi apa kata orang jika aku terus menyesali keadaan yang memang seharusnya aku terima, aku harus lebih ikhlas dan sabar. Aku yakin, ini bukan akhir dari segalanya. Sebuah kegagalan adalah awal dari sebuah keberhasilan. Mungkin, dibalik semua ini Tuhan sudah menyiapkan rencana yang lebih indah dari ini untukku. J


Kamis, 22 November 2012

Iya?

Aku nggak tau apa yang kamu maksud
Mendiamkan aku tanpa secuil kata
Mengurangi perhatian yang dulu kamu beri
Menganggap enteng sesuatu yang menurutku tidak enteng

Aku nggak tau apa yang kamu rasain
Mungkin kamu bosan dengan teks yang aku kirimkan
Mungkin kamu kesal dengan tuntutanku yang terlalu berat, atau
Mungin kamu lelah menanggapiku yang seperti anak kecil

Wajar nggak sih?
Kalau aku menuntut perhatianmu
Kalau aku rindu belaian sayangmu
Kalau aku menangis karena itu

Apa itu terlalu egois?
Aku hanya ingin ada yang memperhatikanku
Memanjakanku ketika aku sakit
Menyemangatiku ketika aku butuh semangat itu

Aku mau yang bisa melakukan itu hanya kamu
Bukan yang lain, dan
Tak ada yang lain kecuali kamu

Apa kamu rela?
Jika suatu saat ada orang lain diantara kita
Ada yang mengganggu ketenangan kita
Ada yang membuat kamu dan aku menangis bersama

Kalau aku, sungguh aku nggak rela
Aku nggak mau kamu tergantikan olehnya
Aku pun nggak mau aku tergantikan olehnya
Karna aku, aku sudah terlanjur

Maafkan aku jika menurutmu aku kurang perhatian
Kurang mengertimu yang sedang sibuk disana, dan
Maafkan aku jika aku selalu berfikir negatif tentangmu

Tapi ketahuilah,
Dulu, sekarang hingga besok aku masih dan akan menyayangimu bagaimana seharusnya aku
Ketahuilah, aku akan, masih, dan tetap menjaga hati ini sampai kapanpun aku bisa
Ketahuilah, aku masih percaya kamu, sabar menunggumu, dan menjaga komitmen kita

Taukah kamu?
Aku nggak mau ada masalah diantara kita
Walaupun itu pasti ada dalam sebuah hubungan
Aku lebih baik diam dan memendam semuanya
Daripada kita saling egois untuk mempertahankan keinginan masing masing

Sebenarnya aku ingin bicara
Tapi aku takut kamu hanya mendengar tanpa bertindak
Sebenarnya aku ingin marah
Tapi aku takut kamu akan lebih marah
Sebenarnya aku ingin....
Ah sudah lupakan
Aku ingin kita baik baik saja. Iya
Ingat, Aku Masih Sayang Kamu

Selasa, 20 November 2012

Kini, Tak Ada Lagi "KAMU" dan "AKU"

Bukan salahmu jika kau jarang memberi kabar
Bukan salahmu jika kau terlalu sibuk
Bukan salahmu jika kau sedikit mengabaikanku

Aku mencoba untuk tidak menyalahkanmu
Mencoba untuk bersabar menanti kabarmu
Mencoba lebih mengerti kesibukanmu

Ini hanya masalah waktu
Dimana aku harus bisa lebih menghargai waktu
Dimana kamu harus lebih bisa memanfaatkan waktu dengan baik
Dimana kita harus sama-sama menunggu waktu

Tapi ini juga karena jarak
Jarak yang memisahkan kita
Jarak yang menunda pertemuan kita, dan
Jarak lah yang mengatur segalanya

Aku telah berjanji untuk percaya
Percaya dengan apa yang kau lakukan disana
Percaya dengan apa yang kau janjikan sebelumnya

Aku telah berjanji untuk bersabar
Bersabar untuk menanti kabarmu
Bersabar untuk menunggu kehadiranmu, dan
Bersabar untuk pertemuan kita

Aku telah berjanji untuk setia
Setia untuk menjatuhkan hati ini padamu
Setia untuk tetap menjaga hatimu dan hatiku, dan
Setia ini untukmu

Aku telah berjanji untuk lebih dewasa
Aku berjanji padamu dan kau berjanji padaku
Janji ini, janji kita

Ingat, aku tak akan pernah menyalahkanmu
Aku tak akan membuatmu merasa bersalah
Merasa salah karena semua yang kau lakukan
Lupa untuk memberiku kabar, perhatian, dan semua yang aku inginkan darimu

Ingat, aku disini setia menunggumu
Menunggu waktu hingga akhirnya kita kan bertemu
Bertemu untuk melepas rindu
Rindu yang hampir saja membunuhku

Ingat, aku tak akan mengecewakanmu
Mengecewakan kepercayaan yang kau berikan padaku
Dan semua komitmen yang telah kita janjikan

Jangan kau salahkan aku
Karena aku tak akan menyalahkanmu
Kalau kau salah, maka aku pun juga patut disalahkan
Sebaliknya, kalau aku benar kamu pun juga berhak untuk dibenarkan
Tak boleh ada keegoisan disini
Karena aku dan kamu sudah jadi satu yaitu KITA